Shalat Rawatib yang Hukumnya Sunnah Muakkad: Pengertian, Hukum, dan Keutamaannya

Shalat rawatib merupakan salah satu amalan ibadah sunnah yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Shalat ini memiliki keutamaan yang besar dan dapat menjadi pelengkap ibadah wajib, yaitu shalat lima waktu. Dalam kajian ini, kita akan mengupas tuntas tentang shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad, mulai dari pengertian, hukum, tata cara pelaksanaan, keutamaan, hingga tips menjalankannya secara istiqamah.

Shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah shalat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena memiliki keutamaan yang besar. Shalat ini menjadi penambah pahala bagi yang mengerjakannya dan dapat menjadi penebus dosa-dosa kecil yang telah diperbuat.

Tata Cara Shalat Rawatib

shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah terbaru

Shalat rawatib merupakan salat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan sebelum dan sesudah salat fardhu. Tata cara shalat rawatib berbeda-beda tergantung pada jenisnya.

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan shalat rawatib berbeda-beda, antara lain:

  • Sebelum Subuh (2 rakaat)
  • Setelah Subuh (2 rakaat)
  • Sebelum Zuhur (2 rakaat)
  • Setelah Zuhur (2 rakaat)
  • Sebelum Ashar (4 rakaat)
  • Setelah Ashar (2 rakaat)
  • Sebelum Maghrib (2 rakaat)
  • Setelah Maghrib (2 rakaat)
  • Setelah Isya (2 rakaat)

Rakaat

Jumlah rakaat shalat rawatib juga bervariasi, yaitu:

  • 2 rakaat
  • 4 rakaat

Bacaan Niat

Bacaan niat shalat rawatib berbeda-beda tergantung pada waktunya. Misalnya, niat shalat rawatib sebelum Subuh adalah:

“Ushalli sunnatal fajr rak’ataini lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat salat sunnah fajar dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Shalat Rawatib

shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah terbaru

Shalat rawatib memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

Penghapus Dosa

  • Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, “Shalat lima waktu, shalat Jumat ke shalat Jumat berikutnya, dan shalat Ramadhan ke shalat Ramadhan berikutnya merupakan penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)
  • Shalat rawatib juga termasuk dalam shalat-shalat yang menghapus dosa, karena merupakan penyempurna shalat wajib.

Menambah Pahala

  • Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra., Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang shalat sunnah dua belas rakaat setiap hari di luar shalat wajib, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim)
  • Shalat rawatib adalah salah satu bentuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki pahala yang besar.

Meningkatkan Derajat

  • Dari Abu Darda’ ra., Rasulullah saw. bersabda, “Shalat sunnah adalah tangga untuk naik ke surga dan penghapus dosa.” (HR. Tirmidzi)
  • Shalat rawatib dapat membantu meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah SWT.

Mendapat Syafaat

  • Dari Anas bin Malik ra., Rasulullah saw. bersabda, “Shalat sunnah adalah syafaat bagi orang yang mengerjakannya.” (HR. Tirmidzi)
  • Shalat rawatib dapat menjadi syafaat bagi pelakunya di akhirat kelak.

Memperoleh Keberkahan

  • Shalat rawatib dapat mendatangkan keberkahan dalam kehidupan seseorang.
  • Dengan mengerjakan shalat rawatib, seseorang diharapkan memperoleh keberkahan dalam rezeki, kesehatan, dan segala urusannya.

Tips Menjalankan Shalat Rawatib

rawatib sholat sunnah hadith

Shalat rawatib merupakan ibadah sunnah muakkad yang dianjurkan untuk dikerjakan setiap hari. Meskipun hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan untuk dijaga istiqamahnya karena memiliki banyak keutamaan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjalankan shalat rawatib secara istiqamah:

Mengatasi Hambatan

Dalam menjalankan shalat rawatib, tidak jarang ditemui hambatan yang dapat menghambat konsistensi. Berikut adalah beberapa cara mengatasi hambatan tersebut:

  • Niatkan karena Allah SWT.
  • Tetapkan waktu shalat dan usahakan untuk disiplin menjaganya.
  • Carilah teman atau jamaah untuk saling mengingatkan.
  • Ingatlah keutamaan dan pahala shalat rawatib.
  • Hindari hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi pahala shalat.

Menjaga Istiqamah

Untuk menjaga istiqamah dalam menjalankan shalat rawatib, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Jadikan shalat rawatib sebagai kebiasaan rutin.
  • Ciptakan lingkungan yang mendukung, seperti memiliki tempat shalat yang nyaman.
  • Ingatkan diri sendiri tentang manfaat dan keutamaan shalat rawatib.
  • Carilah motivasi dan dukungan dari orang lain.
  • Jangan mudah menyerah dan terus berusaha untuk istiqamah.

Ringkasan Akhir

shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah

Sebagai kesimpulan, shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad merupakan amalan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Shalat ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai penyempurna ibadah wajib, penambah pahala, dan penebus dosa-dosa kecil. Dengan menjalankan shalat rawatib secara istiqamah, seorang muslim dapat meningkatkan kualitas ibadahnya dan meraih ridha Allah SWT.

Jawaban yang Berguna

Apa saja jenis-jenis shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad?

Shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad terdiri dari dua jenis, yaitu shalat rawatib qabliyah dan shalat rawatib ba’diyah.

Bagaimana tata cara shalat rawatib qabliyah dan shalat rawatib ba’diyah?

Tata cara shalat rawatib qabliyah dan shalat rawatib ba’diyah secara umum sama dengan shalat sunnah lainnya, yaitu terdiri dari dua rakaat dengan bacaan niat yang berbeda.

Apa saja keutamaan shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad?

Keutamaan shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad antara lain sebagai penyempurna ibadah wajib, penambah pahala, penebus dosa-dosa kecil, dan dapat mengangkat derajat seorang muslim di sisi Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *